Agen Togel

Cerita Ngentot Memek Cina Tetangga Sangat Hot

Cerita Ngentot Memek Cina Tetangga Sangat Hot– Sore hari aku tiba di rumah kontrakanku, setelah rapi memarkirkan mobilku kulihat jam menunjukkan pukul 17.30, sambil melangkah kearah rumahku aku mengunci mobilku dengan menggunakan remote, suasana rumah kontrakan saat itu sangat sepi, aku sedikit heran tak seperti biasanya, biasanya jam-jam segini suasana rumah kontrakan cukup ramai, ibu-ibunya sedang pada ngobrol di salah satu teras rumah, begitu juga dengan bapak-bapaknya, tapi sekarang ini tidak ada satupun yang terlihat sedang mengobrol, dan semua pintu rumahnya tertutup, dan tidak ada satupun lampu yang menyala dari dalam rumah, yang menyala hanyalah lampu teras masing-masing.

Cerita Ngentot Memek Tetangga

Cerita Ngentot Memek Tetangga

Setelah kuperhatikan hanya satu rumah yang menyala yaitu rumah yang berada di sebelah rumahnya mbak Siti, kalau gak salah rumah ini di isi oleh 2 orang kakak beradik, kedua-duanya perempuan dan keturunan Chinese, aku sering ketemu mereka saat aku berangkat kerja, sang kakak bekerja di sebuah perusahaan asing, orangnya lumayan cantik dan sexy, tapi yang jelas sich warna kulitnya kuning langsat, namanya kalau gak salah Winda sedangkan Cika adalah nama sang adik, katanya sich dia masih kuliah di sebuah perguruan tinggi swasta, seperti yang pernah di ceritakan oleh mbak Yanti, kalau kuperhatikan si Cika ini juga tak kalah cantik dengan kakaknya kalau kulitnya sich sama kuning langsat, sementara tubuhnya juga kalau kulihat sich lumayan sexy, keduanya belum pernah kulihat memakai pakaian ketat jadi sampai saat sekarang belum kuketahui sesexy apa mereka.

Yang kuheran tidak kulihat ada mobil lain tadi saat kumasuki pekarangan rumah kontrakan, karena kutahu mereka mempunyai sebuah mobil, berarti yang ada di rumahnya ini kalau gak sang kakak berarti sang adik, karena mobil mereka tidak ada di tempatnya, berarti hanya salah satu dari mereka yang sudah pulang.

Kuperhatikan rumah mbak Siti dan mbak Yanti, keduanya sama-sama gelap, begitu juga rumah yang diujung, sementara ke 5 rumah yang berhadapan dengan rumah kamipun sama-sama gelap, aku menjadi heran sendiri, sambil meneruskan langkah kakiku menuju rumahku, setelah mengunci pintu dan menyalakan lampu-lampu aku mulai melepaskan seluruh pakaianku dan mengenakan celana boxerku saja, akupun lalu menuju kebelakang untuk membersihkan badanku.

Selesai mandi aku lalu menyalakan TV sambil menikmati nasgor yang sempat kubeli tadi sebelum pulang kerumah kontrakanku, saat itu tayangan di TV sedang menayangkan berita, aku baru sadar bahwa besok adalah hari Kamis dan bertepatan dengan hari libur nasional, dan biasanya banyak pegawai-pegawai perusahaan yang mengambil cuti bersama pada hari jumatnya karena hari Sabtu kantor-kantor semuanya tutup. Pantas rumah kontrakan pada sepi rupa-rupanya orang-orang pada berlibur panjang, sialan kataku dalam hati, empat hari tanpa kemaluan perempuan yang dapat memuaskan nafsu birahiku, 4 hari tanpa adanya meki mbak Siti ataupun meki mbak Yanti, dan aku juga malas untuk pergi ke Bandung, karena pasti jalanan pada macet.

Kalau yang dientotin cewek-ceweknya seperti kakak beradik Winda dan Cika sich enak, pikirku. Udah kuning langsat kulitnya, tubuh mereka juga ramping dan aku berani bertaruh payudara mereka juga pasti masih bagus bentuknya, membayangkan mereka saja membuat batang kemaluanku perlahan-lahan bangkit, setelah menyelesaikan makan malamku, aku termenung sendiri di ruangan santaiku sambil menonton acara TV, tapi pikiranku masih berkutat dengan siapa aku akan melampiaskan hasrat birahiku, sambil mengusap-usap batang kemaluanku yang sudah berdiri dari sebelah luar celana boxerku.

Seperti biasanya aku tidak pernah mengenakan CD di balik celana boxerku, saat aku sedang santai seperti sekarang ini, terlihat celana boxerku menonjol karena kemaluanku yang sudah seratus persen tegang, masih merasa penasaran dengan suasana rumah kontrakan yang tadi sepi kulihat, akupun beranjak keluar rumahku, kulihat suasananya masih sepi seperti tadi, tidak nampak tanda-tanda kehidupan di setiap rumahnya, hanya satu rumah saja yaitu rumah kakak beradik Winda dan Cika saja yang menyala lampu di dalam rumahnya.

Aku melangkahkan kakiku ke area parkiran, dan kulihat hanya satu mobil saja yang berada di sana yaitu mobilku, mobil kakak-beradik Winda dan Cikapun tidak terlihat, dengan penasaran kudekati rumah mereka dan kutempelkan telingaku di pintu mereka, berusaha untuk mendengarkan suara-suara dari dalam rumah, sayup-sayup kudengar suara dari dalam rumah, tapi tidak dapat kutangkap dengan jelas, karena suara itu berasal dari ruangan belakang rumah mereka, aku kembali kedalam rumahku dan mengunci pintunya, setelah itu aku melangkahkan kakiku keluar pintu belakangku, kutengok kearah rumahnya mbak Yanti, tidak ada tanda-tanda kehidupan didalam rumahnya, kutengok juga rumah mbak Siti sama tidak ada gerakan apapun di dalam rumahnya.

Dengan nekat aku melangkahkan kakiku melompati tembok pembatas rumahku dengan rumahnya mbak Siti, kuperhatikan sesaat keadaan rumah mbak Siti, tidak ada suara dari dalam rumah mbak Siti dan tidak ada cahaya sedikitpun dari dalam rumahnya, akupun berjalan mendekati tembok pembatas rumah mbak Siti dengan rumahnya Winda, aku melongokkan kepalaku untuk melihat keadaan rumahnya Winda, kulihat cahaya lampu di ruangan santainya menyala, sementara jendela belakangnya kulihat kain gordennya belum di tutup, lampu dapurnya tidak dinyalakan, penerangan yang ada di dapur hanya mengandalkan cahaya lampu dari ruangan santainya lewat jendela belakangnya yang tidak tertutup kain gorden, sementara pintu kamar mandinya kulihat dalam keadaan terbuka dan lampunya juga mati, saat melongkokkan kepalaku suara sayup-sayup yang kudengar tadi dari arah depan rumah ini kembali kudengar.
Akupun melompati tembok pembatas rumah mbak Siti dan Winda dengan perlahan, dengan mengendap-ngendap kuhampiri jendela belakangnya, suara sayup-sayup semakin jelas kudengar, akupun tersenyum saat mengetahui suara sayup-sayup itu, itu adalah suara TV dan si empunya rumah ini sedang menyaksikan film BF, karena yang kudengar adalah suara dalam bahasa Inggris yang sedang menikmati persetubuhan, aku semakin penasaran siapakah gerangan yang sedang menyaksikan film BF tersebut, akupun mengintipnya lewat jendela belakangnya, aku terkejut bercampur senang saat melihat sesosok tubuh wanita terlentang di depan TV sedang menyaksikan film BF, dan tubuh wanita tersebut tanpa sehelai benangpun yang menutupi tubuhnya, alias telanjang bulat, kedua kakinya terlihat mengangkang, sementara tangan kanan si wanita tersebut sedang memainkan sebatang dildo di belahan vaginanya, sementara tangan kirinya sedang sibuk meremas-remas payudaranya, matanya tertuju pada adegan TV.

Perlahan tapi pasti batang kemaluanku mulai kembali menggeliat melihat pemandangan tersebut, perlahan-lahan kemaluanku mulai membesar dan mengeras melihat tubuh telanjang wanita tersebut, nafasku mulai memburu seiring dengan nafsu birahiku yang mulai meninggi, aku mendengar wanita itu melenguh saat tangan kanannya memasukkan dildo yang dipegangnya kedalam lubang vaginanya, dengan perlahan-lahan tangannya mulai mendorong masuk sang dildo masuk kedalam lubang senggamanya, pantatnya terangkat saat sang dildo masuk lebih dalam di lubang vaginanya, mulutnya mengeluarkan suara erangan, aku semakin bernafsu ingin segera menyetubuhi tubuh wanita tersebut, dengan perlahan kucoba untuk membuka pintu belakang rumahnya, sungguh beruntung pintu belakangnya ini tidak terkunci, dengan perlahan-lahan kubuka pintu tersebut, dan dengan gesit aku menyelinapkan tubuhku kedalam rumahnya, lalu aku tutup kembali pintu tersebut dengan perlahan.

Wanita itu masih asyik mengeluar-masukkan dildonya di dalam lubang vaginanya tanpa menyadari kehadiranku di dalam rumahnya, akupun segera melepaskan celana boxerku dan T-Shirtku, sehingga aku sekarang ini telanjang bulat persis sama seperti wanita yang sedang asyik mengocok-ngocok dildonya, perlahan-lahan kudekati tubuh wanita yang sedang asyik itu, ternyata wanita tersebut adalah Cika sang adik, kupandangi tubuh telanjangnya, kulihat kedua payudaranya yang mungil dihiasi dengan puting yang berwarna merah muda sungguh mengundang untuk diremas-remas dan diemut-emut, sementara di bagian selangkangannya kulihat belum terlalu banyak ditumbuhi bulu-bulu hitam dan tertata rapi juga, aku melihat lubang vaginanya begitu ketat menempel di dildonya, sehingga kulihat dinding vaginanya ikut tertarik keluar saat tangannya menarik keluar dildonya, meki yang sempurna pikirku, masih sempit dan rapat lubang vaginanya, kulihat dildonya mengkilat oleh cairan pre-cumnya.

Dengan perlahan aku bersimpuh di dekat kepalanya, sementara tangan kananku meluncur ke arah tangan kanannya yang masih asyik mengeluar-masukkan dildonya, tangan kananku memegangi tangan kanannya dan membantu mengeluar-masukkan dildonya, Cikapun kaget saat merasakan tangannya ada yang memegangi dan sedang membantunya mengeluar-masukkan dildonya, dia lebih terperanjat lagi saat membuka matanya, dia melihat batang kemaluanku yang besar dan panjang. Cerita Dewasa

eeeehhhh.kak Hendraaa kok ada disini katanya setelah melihatku sambil matanya tak berkedip melihat batang kemaluanku yang sedang ngaceng itu.

hehehehe habis pintunya gak di kunci sich, terus kulihat kamu lagi asyik mainin ini nich, kataku sambil menggerakkan dildonya keluar masuk di mekinya.

Lagian kalau mau main sex, kenapa gak panggil aku ajach, kan lebih enak pakai yang beneran daripada pakai mainan karet seperti ini,hehehehe..lanjutku

aaaacchhhh kak Hendra..nakal aaachhh..kak ini punyamu..besar sekali jauh lebih besar dari dildoku..oooohhhh kata Cika sambil kedua tangannya memegangi batang kemaluanku.

kamu suka gak sama penisku ini, Ci..hehehehehe .pasti enak kalau masuk di mekimu .jauh lebih enak dari dildomu ini kataku lagi.

Cerita Ngentot | Iyyaaaachh aaacchhh kak..Hendraaa oooohhh .hhhhmm mmm sssllrrpppp .hhhmmmmm .sssllrrrrpppp.besaaarr ..sekalii gak muat mulutku punya kak Hendra kebesaran nich oooohhhh .hhhmmm ssllrrrppp hhhmmm .sslrrrppp ..,Cika melenguh sambil mulutnya sibuk mengemutin penisku.

Mulutnya asyik mengulum-ngulum punyaku sementara kedua tangannya tidak mau ketinggalan bergerak-gerak naik turun di batang kemaluanku, kepala penisku sampai sebatas lehernya saja yang masuk di dalam mulutnya, kadang-kadang lidahnya bermain menjilati helm penisku dan juga lubang kencingku, akupun meradang menikmati jilatan dan hisapannya.

Ooooohhh Ciiii..pintar juga kamu mengoral sex penisku ooohhh..teruss Ciiii..enak terusss .aaahhh aku mengerang sambil tetap menggerakkan dildonya keluar masuk di mekinya.

Hhhmmmm ssllrrrppp hhhmmm ssllrrrppp gurih..kak cairan pre-cummu ini hhhmmm sssllrrrppp .oooohhh teruss kaak terusss ko cok..dildoku.. Kata Cika.

Aku melihat sang dildo sudah sangat mengkilat oleh cairan pre-cumnya Cika, nampaknya Cika sudah sangat bernafsu sekali, aku jadi ingin cepat-cepat memasukkan penisku kedalam lubang senggamanya, aku ingin sekali merasakan mekinya menjepit penisku yang sudah sangat tegang sekali ini.

Ciiii aku masukkan penisku kedalam mekimu sekarang yach, aku sudah pengen sekali mencobai mekimu menjepit penisku ini .oooohhh..kataku.

iyaachhh kak Hendra aku juga pengen sekali nyobain penismu yang besar ini..ooohhh aku pengen mekiku diterjang penismu yang panjang ini..aaachhh..ayo kak masukin sekaran, kata Cika sambil melepaskan pegangannya pada penisku sementara kedua kakinya dia buka lebar-lebar.

Aku segera memposisikan diriku dihadapan selangkangannya yang sudah sangat basah itu, kutarik dildonya keluar sehingga sang dildo terlepas dari jepitan mekinya, dan aku melihat pemandangan yang luar biasa, bagian dalam mekinya yang sudah sangat merah sekali dan juga mengkilat, kulihat dinding vaginanya berkedut-kedut, aku segera mengarahkan batang kemaluanku ke lubang mekinya, kepala penisku terselip tepat di tengah-tengah lubang mekinya, sssleeeeeeppppp..aku merasakan nikmat sekali saat kepala penisku itu terjepit oleh dinding vaginanya yang sedang berkedut-kedut, Cika melenguh panjang saat kepala penisku mulai menyeruak masuk di lubang vaginanya.

Ooooooouuuuggghhhhh kaaakkk Henddrraaaaa aaaarrr ggghhhhh pelaaann kak..pelaaann aaarrgghhhh…..mekiku robek kaaak..,lenguh Cika merasakan jejalan kepala penisku di mekinya.

Dengan memegangi kedua pahanya dan menekannya kebawah agar lubang mekinya tetap terbuka supaya memudahkan penisku masuk lebih dalam lagi, aku mulai menekan penisku masuk kedalam mekinya dengan perlahan-lahan karena ketatnya dinding vagina Cika yang menjepit erat kepala penisku, bbbllleeeessssss..perlahan-lahan penisku mulai menyeruak masuk kedalam lubang senggamanya.

Ooooouuuggghhhhh .kkaaaaakkk pelaan kaaakk pelaaaaann roobeek punyaku ooouuuggghhhhhh .aaadduuuhhhh periiihhhh..punyakuu ..periiihhh.. Cika melenguh.

Aku tidak memperdulikan rintihan Cika yang kesakitan saat diterobos oleh batang kemaluanku ini, aku malah semakin bernafsu menekan lebih dalam lagi batang kemaluanku, bbleeeesssss..batang kemaluanku kembali menerobos masuk lebih dalam dilubang mekinya, batang kemaluanku sudah lebih dari setengahnya terbenam di dalam lubang mekinya dan aku merasakan betapa eratnya dinding vaginanya menjepit batang kemaluanku, Cika kembali merintih kesakitan, dan kembali aku tidak memperdulikan rintihannya itu, akupun kembali mendorong masuk penisku, bbblllleeeeessssss..akhirnya penisku terbenam hampir seluruhnya di dalam lubang senggamanya yang masih sempit ini.

Aaaaaccchhhh gilaaaaa Ci mekimu masih sempit sekali ..ooooohhhh .penisku kejepit betul nich sama mekimu .ooooccchhhh enaaaakkknya .. akupun mengerang merasakan enak akan jepitan mekinya di batang kemaluanku.

Aaaddduuuhhh .peeriiihhh kak periiihh .cabut kak. cabut..punyamu .ooouuugghh saaakkkiiitt perrriiihhh .punyaku ..aaadduuuhhhh . ampppuunnn .kak rintih Cika.

Tahan..Ci..taahhaan..nanti juga gak akan sakit lagi… Kataku

Akupun mendiamkan sejenak batang kemaluanku dalam relung senggamanya Cika, aku memberikan kesempatan pada lubang senggamanya agar terbiasa dengan jejalan penisku yang besar dan panjang ini, setelah mendiamkan sejenak akupun mulai menarik keluar penisku dari jepitan mekinya ini, tapi tidak sampai keluar semua batang kemaluanku ini, setelah kurasakan bibir mekinya menjepit erat leher penisku akupun melesakkan kembali penisku itu menerobos lubang mekinya, sssssrrrrttttt..bleeessss.

ssssrrrrtttt..bbbleeeessss..sssrrttttt..bbbllleeeessss..ssssrrrttttt..bllleeesssssssrrrttttttt..bb blleeeeeeessss..ssrrrrtttttt..bbblleeeeeessss.. begitulah berulang-ulang gerakan keluar masuk penisku kulakukan di dalam lubang mekinya Cika, sehingga lama-lama mekinya mulai terbiasa dengan besarnya penisku ini, dan rintihan-rintihan kesakitan Cika sudah tidak terdengar lagi, yang kudengar dari mulut Cika adalah desahan-desahan lirih, akupun semakin mudah mengeluar-masukkan penisku di dalam lubang mekinya, cairan pre-cumnya Cika sudah sangat banjir membasahi lubang mekinya sehingga memudahkan pergerakan penisku yang keluar masuk di dalam lubangnya.

Ooooouuuggghhhh..aaaaccchhh..ssshhhh..aaaccchhhh..o oohhh..sssshhh..aaacchhhh..ooohhh..ssshhh..ooohh…hhhm mm..ssshhhh..ooohhh..aacchhh..ssshhhh..ooohhhhh..hhhmmmm …sshhhh… Cika mendesah lirih mulai merasakan enaknya penisku yang sedang keluar masuk di lubang vaginanya.

Ennaaaakkk Ci enak..mekimu ini sempit rapet..uuuggghhhh asyik..enaknya ngentotin mekimuuu ini oooohhh..Cii…peniskuuuuu..enak tidak…mana..enak dibandingkan dengan dildomu..ooohhh..Ci.. akupun melenguh merasakan nikmat.

Cika tidak menjawab pertanyaanku tapi kedua pipinya merona merah, mulutnya terbuka mengeluarkan desahan-desahan, matanya terpejam, pantatnya terangkat saat aku mendorong masuk penisku, seolah-olah dia ingin menyambut kedatangan penisku yang sedang menghujam dalam lubang mekinya, nampaknya Cika betul-betul sudah dapat menikmati entotan penisku ini, kedua tangannya yang sekarang berada dipunggungku sedang merabai punggungku, kadang meremas punggungku saat penisku menyeruak masuk kedalam lubang mekinya, kedua kakinya sudah melingkar di pinggangku.

Kedua tanganku merangsek masuk kepunggungnya, sementara telapak tanganku kuletakkan menahan kepalanya, dan dengan penuh nafsu kucumbu bibir mungilnya yang sedang terbuka mengeluarkan desahan-desahan itu, lidahku mulai menjulur memasuki rongga mulutnya mencari lidahnya, lidah kami saling menari, kami berdua berciuman dengan penuh nafsu, sambil berciuman dengan penuh nafsu aku tidak menghentikan gerakan keluar masuk penisku itu dilubang mekinya. Cerita Mesum

Ssssrrrttt..bbllleesssss…ssssrrrttttt..bbblleeesss..ssrrrtttt..bblleeessss…sssrrrttt…bblleeeesss…dengan perlahan tapi pasti penisku keluar masuk mekinya Cika, Cika merintih-rintih menikmati sodokan-sodokan penisku ini.

Oooohhh kakk nikmaaattt..kaaakk..enaaak kaakk.oo ohhh..teruss kak ssshhhh aaachhh sssshhh ooohhh ss shhh aacchhh..Cika merintih keenakan.

enakkan Ci.penisku jauh lebih enak dari dildomu, aaaahhh.Ci mekimu juga enak sekali oooohhh sempit rapet penisku kejepit sekali sama dinding mekimu..aaahhhhh ternyata meki orang cina juga enak hehehhehe. baru pertama kali ini aku merasakan sempitnya meki cina..ooooohhh..sedaaaappp. aku mengerang nikmat.

Oooohhh kaaaakkk enaaakk iyaaaccchh. penismu..jauh. lebih enak dari dildoku oohhhh..emangnya kak Hendra belum pernah ngelakuin sama orang keturunan chinese yach..sama dong aku juga belum pernah ngerasain penisnya orang pribumi penismu jauh lebih enak dari penisnya pacarku..kak Hendraaa..oooohhh..puaskan aaakuuuu..aaaachhh..sshhh..ooohh..sshhh..aachh. Cika melenguh.

punya pacarmu besar seperti punyaku tidak Ci..oooohhh hhhmmmm..ooohhh.. hhhmmmm. Tanyaku sambil mencium bibirnya kembali.

hhhmmm..ssslrrppp..tidak kaaaakkk kecil punya pacarku jauh sekali dibandingkan dengan punyamu..ini ooohhh..sssshhh hhhmmm ssshhh ..ssslrrpppp hhhmmm..oooohhh hhhmmmm..sssllrrrrpp. Cika melenguh sambil membalas ciumanku.

Kaaakkk Heeenndraaa..ooohh sshhh ooohh sshhh aaachhh terusss kak terussss..tekaaan yang lebih dalam lagi kaaak aaachhh ssshhh..ooohhh kak lebih cepat kaaaakkk..ooohhh sshh..aachhh kak.. lenguh Cika terdengar kembali meminta aku untuk menekan penisku lebih dalam lagi dan mempercepat gerakanku.

Akupun mengikuti kemauannya itu, penisku dengan gencar keluar-masuk dalam lubang mekinya, dan saat menekan masuk penisku akupun menekan dalam-dalam penisku itu sampai mentok ke dinding rahimnya, gerakan keluar masuk peniskupun semakin bertambah lancar karena semakin banyaknya cairan precum yang dikeluarkan oleh mekinya dan penisku yang membuat lubangnya semakin banjir dan membuat penisku menjadi licin dan mudah keluar-masuk di lubang senggamanya Cika.

Saat kami tengah asyik itu sesosok tubuh wanita yang melangkah masuk kedalam rumah, sosok tubuh tersebutpun mengunci pintu rumahnya, lalu dia melangkahkan kakinya kedalam, setelah terlebih dahulu meletakkan tasnya dan melepaskan sepatunya di ruangan tamunya, saat itu sang empunya tubuh menyadari ada suara erangan dan desahan dari arah belakang rumahnya, dia segera menghampiri ruangan belakang dimana kami sedang asyik masyuk bersetubuh, kedua matanya terbelalak saat menyaksikan kedua tubuh telanjang kami yang sedang asyik bersenggama, sang empunya tubuh itu ternyata adalah sang kakak, Winda.

Winda melihat adiknya sedang mendesah-desah menerima hujaman-hujaman penisku yang bertubi-tubi keluar masuk di lubang meki adiknya, Winda memang sudah bukan perawan lagi dan dia sudah sering melakukan hubungan sex, baik dengan pacarnya ataupun dengan atasannya di kantor, kadang-kadang dia juga melakukan sendiri menggunakan dildo, persis seperti adiknya tadi yang menggunakan dildo, dan dildo yang dipakai adiknya adlah dildo kepunyaannya, yang tidak dia duga adalah adiknya juga sudah bukan perawan lagi, nampaknya adiknya juga sering melakukan hubungan sex seperti dirinya, dia melihat adiknya tidak menampakkan kesakitan tapi raut wajahnya menampakkan dia sedang menikmati rojokan-rojokan penisku.

Sudah cukup lama juga Winda tidak mendapatkan sentuhan lelaki dan sodokan-sodokan di kemaluannya, karena kesibukan kerjanya dan juga dia sedang ribut dengan pacarnya, sekarang dia melihat adiknya sedang menikmati kemaluan lelaki dan mendengar adiknya mendesah-desah keenakan, membuat Winda menjadi terbangkit nafsu birahinya, dia mau marah kepada adiknya karena melakukan hubungan sex tanpa nikah tapi dia juga ingin merasakan kenikmatan yang sedang dirasakan adiknya itu, Winda berpikir keras siapa gerangan lelaki yang sedang menyetubuhi adiknya ini, apakah ini pacar adiknya, tapi dia tahu pacar adiknya itu dan dia hapal dengan bentuk tubuhnya, karena dia pernah melakukan hubungan sex dengan pacar adiknya itu, dan cowok ini tubuhnya lebih kekar dan lebih tegap dari pacar adiknya itu, sambil otaknya berpikir keras menebak-nebak siapa gerangan cowok yang sedang bersetubuh dengan adiknya ini, tangan kanannya tanpa sadar meluncur kebawah kearah selangkangannya dan mulai mengusap-ngusap mekinya sendiri dari sebelah luar roknya, sementara tangan kirinya mulai meremas-remas payudaranya yang masih tertutup oleh pakaiannya.

Semakin lama Winda semakin terangsang, nafsu birahinya semakin meninggi, Windapun mulai melucuti pakaiannya sendiri sehingga tubuhnya tidak tertutupi oleh sehelai kainpun, kedua payudaranya yang lebih besar dari kepunyaan adiknya, dan selangkangannya tertutup oleh semak hitam yang cukup lebat tapi tertata rapi, jauh lebih lebat dari pada jembut adiknya, sambil tetap mengelus-elus belahan vaginanya dan meremas-remas payudaranya, diapun menghampiri kami yang masih asyik bersenggama, dia menghampiri belakang kami, karena Winda juga penasaran ingin tahu kemaluan kami yang sedang beradu, dan dia menjadi terperanjat saat melihat kemaluanku yang sedang keluar masuk di meki adiknya itu, dia melihat betapa besarnya penisku yang sedang menyodok-nyodok meki adiknya itu, dia terkesima melihat bentuk penisku itu dan dia semakin penasaran ingin merasakan mekinya diaduk-aduk oleh penisku yang besar itu.

Kami masih belum menyadari kehadiran Winda yang saat ini sedang berada di belakang kami dan sedang berjongkok menatap penisku yang sedang gencarnya keluar masuk di lubang senggama Cika, kami masih asyik menikmati persetubuhan kami ini, Cika semakin sering merintih dan mendesah keenakan menikmati keluar-masuknya penisku di lubang vaginanya, aku sendiripun sedang menikmati ketatnya jepitan meki Cika di penisku.

kaaaakkk Hendraaa aaachh kak ooohh sshhh kaaakkk tekaaaannnn..yang dalam kaaakk..aku mau keluaaarr aaahhhh ooohhh kaakk Hendraaaa oooohh ssshhhh..aaahhh..yang dalaam kak yang kuaaatt aahhhh kaakkk aku keluuaarr ooohhh sshhhhh..aaahhh kkaaakkk Hendraaaaa oooohhh nikmatnya penismu yang besar dan panjang ini oooohhh kakkkk .aakuu..oooohhh…Cika melenguh panjang menyambut puncak kenikmatannya.

Sssrrrr…ssrrrr..ssrrr..sssrrrrr..sssrrrrr..ssrrrr mekinya menyemburkan lahar kenikmatannya bertepatan dengan penisku yang menghujam dalam-dalam di lubang senggamanya itu, aku mendiamkan penisku terbenam didalam lubang mekinya Cika untuk memberikan kesempatan pada dia menikmati puncak kenikmatannya yang berhasil dia raih, dan aku merasakan batang kemaluanku hangat oleh siraman lahar kenikmatannya.

Cika memeluk erat tubuhku dan kedua kakinya menekan pinggangku saat dia menyambut puncak orgasmenya itu, nafasnya memburu, aku merasakan dinding vaginanya berdenyut kuat seolah-olah sedang meremas-remas batang kemaluanku yang sedang terbenam di lubang vaginanya, Winda mendengar adiknya ini melenguh panjang saat menyambut puncak orgasmenya dan dia melihat betapa adiknya memelukku erat dan dia juga baru mengetahui bahwa yang sedang menyetubuhi adiknya ini adalah Hendra, tetangga rumahnya.

Tak lama berselang setelah Cika tuntas melepaskan seluruh cairan kenikmatannya, dan pada saat aku akan memulai memompanya lagi, kami berdua kaget karena saat itu kami mendengar suara perempuan di belakang kami.

Sudah Ci, giliranku dong, nyobain penisnya Hendra.masa aku dibiarin sendiri saja, kata Winda mengejutkan kami berdua.

Cici kamu sudah pulang. Kata Cika kaget karena cicinya sudah berada di rumah.

Eh,Winda kapan kamu pulangnya, akupun kaget.

sudah dari tadi, sudah lumayan lama aku menyaksikan permainan kalian, sekarang giliranku, aku juga pengen ngerasain penisnya Hendra, kata Winda lagi.

Cici..hihihihi..udah gak sabar yach udah telanjang ajach cici punyanya Hendra enak lho ci..jauh lebih enak daripada punya pacar-pacar kita,kata Cika nakal

masa sich memangnya kamu pernah nyobain pacar cici yach, kata Winda sedikit heran dengan pernyataan adiknya ini.

hihihihihi..sudah dong, anggap saja balas dendam, habis cici kan pernah nyobain pacarku sich, kata Cika lagi.

Eeehhh kamu kurang ajar yach, pacarku di cobain juga, kata Winda kaget.

aaahh cici sudah ach kitakan impas lebih baik sekarang cici cobain aja nich kemaluannya Hendra, pasti cici merem-melek dech dijamin aku aja pengen lagi cici mau gak..nich kalau cici gak mau..aku masih mau nich, kata Cika menggoda kakaknya.

ssssttt sudah ach berantem adik-kakaknya ini .sekarang siapa nich yang mau aku entotin penisku masih ngaceng nich, aku belon keluar nich, kataku melerai adu mulut kakak beradik ini.

giliranku sekarang Hen, gila kamu Hen .penismu ini wuuiiihh gede sekali lihat kedua tanganku gak cukup buat menutupi panjangnya .ini kepalanya masih nongol hhhmmm sssllrrrrppp .hhhmmm .sssllrrrppp…aaaaccchhh..be sar sekali gak muat juga mulutku, hhhmmm..ssslrrrppp..hhmmm…sssllrrrppp..kata Winda sambil mulai mengemut-emut penisku dan menjilati kepala penisku serta lubang kencingnya.

betulkan Ci, besar dan panjang punyanya Hendra hihihihihi gurih gak Ci cairan mekiku. kata Cika meledek kakaknya.

hhhmmm..sssllrrrppp..hhhmm sslrrrppp asin ..hihihihi nanti kamu juga rasain cairan meki cici yach. kata Winda

Hihihihi gak usah nanti sekarang aja yach Ci aku rasain cairan mekimu hihihihi asin gak, sama seperti cairan mekiku gak, kata Cika sambil menyelinap kebawah Winda yang sedang jongkok.

Cika mulai menjilati dan menghisap meki dan itil Winda, tentu saja aksinya ini semakin membuat Winda bernafsu, Cika merasakan cairan meki Cicinya ini sudah mulai membanjiri lubang mekinya, dia merasakan gurih dan asin, dengan penuh nafsu dia semakin gencar menjilati dan menghisap itil serta meki Winda.

Ooooohhhh..Cii…aaapaaa..yang kamu lakukan ooohhh..hhhmmm..ssslllrrrp.. terus Cii..oohh hisap itilku..aaaacchhh..hhhmmm..ssllrrrppp..oooohh..hhhmmm sslrrrppp..ssshhh..sssllrrrppp..hhhmmm. Winda melenguh panjang merasakan meki dan itilnya yand sedang dihisap dan dijilati oleh Cika sambil tetap menjilati dan menghisap penisku.

Akupun tak mau ketinggalan oleh aksi kakak-beradik ini, kedua tanganku mulai meremas-remas payudara Winda yang lumayan besar, aku merasakan teteknya Winda sangat empuk dan masih lumayan mengkal juga, tak lupa kedua tanganku itu memilin-milin kedua putingnya yang berwarna merah muda, kedua payudaranya yang lumayan besar itu tak muat oleh kedua telapak tanganku dan akupun meremas-remas dengan gemas kedua bukit kembar itu, kedua putingnya kadang-kadang kutarik-tarik sambil kupilin-pilin, kudengar Winda mendesah-desah keenakan.

Aaauuuwwww..sshhh..aaaahhh..hhhmmm..sslllrrppp..ooou uggghhh..hhhmmm..ssslrrrppp..ssshhh a aahhh..hhhmmmm sssllrrrppp..aaarrrggghh..hhhmmm sssllrrrpppp oooo uuughhh..aaaaahhh..hhhmmm..sssllrrrpppp. Winda mendesah-desah keenakan dambil tetap mengulum-ngulum penisku.

Uuuuuggghhhh gilaaa kaliaaann suddaaahh aku sudah tidak tahan lagi Ci, sudah .ooooggghhh ..Hendraaaa ooooggghhh sudaaahhh .aku..sudah pengen dientot oleh penismuuu ini aaaarrggghhhh ., erang Winda meminta Cika untuk menghentikan aksinya di belahan vaginanya dan di itilnya.

Hihihihihi Cici udah gak tahan pengen dientot oleh penismu tuch kak Hendra, gatel tuch mekinya pengen digarukin hihihihihi , kata Cika sambil menyudahi aksinya.

Kamu mau diatas atau dibawah Win, kataku.

aku pengen diatas, aku pengen ngentotin penismu, kata Winda.

Akupun merebahkan tubuhku diatas karpet, sementara itu Winda mulai mengangkangi tubuhku, tangannya meraih batang kemaluanku dan membimbingnya kearah vaginanya, kepala peniskupun dia oles-oleskan di bibir vaginanya dan di kelentitnya, membuat aku kegelian merasakan sentuhan bibir vaginanya dan itilnya yang sudah mencuat keluar di kepala penisku itu, Winda sendiri merasakan hal yang sama, diapun melenguh saat kepala penisku menyentuh kelentitnya yang sudah mencuat keluar itu dan bibir vaginanya.

Ooooouuuggghhh .kerasnya penismu ini Hen oooooohhhh..Lenguh Winda.

Setelah beberapa kali mengoles-oleskan kepala penisku, Windapun mulai menyelipkan kepala penisku kedalam belahan vaginanya, sssllleeeepppppppp..kepala penisku terjepit bibir vaginanya, lagi-lagi Winda melenguh merasakan lesakan kepala penisku di lubang senggamanya,

Oooouuugghhhh..besaaaaarrrrnyaaa..penismu Hen, ooouuugghhhh…. lenguh Winda.

Mekimu sempit juga Win, oooohhh kepala penisku kegencet sama bibir mekimu, akupun mengerang.

Dengan pelan-pelan Winda mulai menurunkan pantatnya kebawah, membuat penisku perlahan mulai menerobos lubang senggamanya, bblleeeeessssss..penisku mulai terbenam sebagian di dalam lubang mekinya Winda, Windapun berdiam diri berusaha untuk menyesuaikan lubang mekinya dengan penisku yang besar ini, karena selama ini belum pernah dia mendapatkan batang kemaluan sebesar punyaku, setelah membiasakan diri dengan besarnya penisku, Windapun mulai menurunkan kembali pantatnya, peniskupun meneruskan perjalanannya kembali masuk kedalam lubang senggama Winda, bbbbbbllleeeeeesssssssss..penisku terbenam lebih dari setengah panjangnya di dalam relung kenikmatan Winda, Winda melenguh panjang merasakan vaginanya yang penuh sesak oleh jejalan penisku.

Oooooouuuggghhh..Heennndraaaa…gillaaaa…penismu.besaaar sekaliiiii..ooooouuugghhhhh mekiku penuh sesak dibuatnya..oooouuggghhhh.. Hen.. Baru pertama kali ini mekiku diterobos kemaluan sebesar punyamu ini…oooohhhh..Hen.. agak sakiittt sedikit periihh tapii enaaaaakkk…. lenguh Winda.

Uuuggghhh..mekimu juga gak kalah sempit sama mekinya Cika, meki kalian berdua bener sempit..ooohhh nikmat..di jepit meki rapet seperti punya kalian ini, akupun mengerang keenakan.

Kurasakan Winda mulai kembali menurunkan pantatnya sehingga membuat penisku kembali menyeruak masuk kedalam relung kenikmatannya, bbllleeeessssssss..penisku amblas hampir seluruh panjangnya di dalam vagina Winda, dan kembali kurasakan kepala penisku mentok bersentuhan dengan dinding rahim perempuan, pertama tadi kurasakan mentoknya kepala penisku bersentuhan dengan dinding rahimnya Cika sekarang ini kurasakan dinding rahim Winda bersentuhan dengan ujung kepala penisku.

Ooouuuggghhh.Hendraaaa mentok punyamu oooohh..panjang sekali punyamu hingga mentok di dinding rahimku .oooohhhh.. Winda kembali melenguh saat dinding rahimnya tersentuh oleh kepala penisku.

Iyaaachhh..aku juga merasakan punyaku mentok di rahimmu..ooooohhh..mekimu ketat sekali menjepit penisku..oooohhh.. akupun mengerang.

Winda merubah posisinya, dari berjongkok sekarang dia bersimpuh, kedua pahanya bersentuhan dengan kedua pahaku, pantatnya menduduki s*****kanganku dengan penisku yang terbenam di lubang senggamanya, kulihat dia terdiam dengan mata terpejam, kutahu dia pasti sedang meresapi besarnya kemaluanku yang sedang berdenyut-denyut di dalam mekinya ini, dan aku juga merasakan dinding mekinya berdenyut-denyut pelahan seolah sedang meremas-remas penisku dengan lembutnya.

mekimu berdenyut Win, oooohhhh enaaak..penisku seperti dipijat-pijat lembut aaacchhhhh ..nikmaaatt..Win..mekimu enaaaakk.. Aku mengerang keenakan merasakan pijatan lembut pada batang kemaluanku.

Punyamu juga besaaarr sekaliii Hennn..oooohhhh..penuh sesak mekiku dibuatnya dan berkedut-kedut lagi batangnya ooooohhhh..enaaakkk..enaaak..sekali dientot kemaluan besar seperti punyamu..ini .oooohhhh.. Winda melenguh nikmat.

Winda mulai menggerakkan pantatnya maju mundur perlahan-lahan, sehingga penisku mulai keluar-masuk di vaginanya dengan pelan, dan Winda sendiri merasakan kelentitnya juga bergesekan dengan bulu-bulu di s*****kanganku, membuat dia semakin kegelian dan keenakan, cairan pre-cumnya mulai mengalir keluar perlahan-lahan, rangsangan yang dia terima akibat pergesekan dinding vaginanya dengan batang kemaluanku dan gesekan yang di terima oleh kelentitnya, membuat dia mendesah-desah keenakan, Cika yang dari tadi menyaksikan aksi Cicinya ini, mulai tertarik untuk ikut bergabung dengan kami, dia mendekati cicinya yang sedang bergoyang diatas tubuhku ini, dari arah belakang cicinya dia memeluk cicinya dan mulai meremas-remas payudara cicinya yang bergoyang-goyang lembut karena gerakan tubuhnya yang sedang maju mundur, remasan-remasan tangan Cika di kedua payudaranya semakin membuat Winda merintih-rintih kenikmatan.

Kedua tangan Cika meremas dan memutar kedua payudara Winda sambil kadang-kadang kedua putingnya ditarik-tarik sambil dipilin-pilin, karuan saja aksi tangan Cika ini semakin menambah Winda meradang dalam desahan kenikmatannya.

Oooooouuugghhh…Cika..oooouugghh kamu..ooouugghhh ..terusss..remas tetekku ooouuugghhhh Henddraaaaa..penismu sungguh enaaakk..besaar..panjang aaahhh aku pengen terus dientotin oleh kamu Hendraaaa..aaachhhh..ssshhhh oooohhh enak .nikmat aaachhh sshhh oooohhh. Winda merintih keenakan.

Mulut Winda tak hentinya mengeluarkan suara rintihan-rintihan keenakan, pantatnyapun tak henti-hentinya bergerak maju-mundur, kedua tangan Cikapun tak hentinya menyerang kedua payudara cicinya itu, kulihat kedua payudara Winda mulai kemerahan bekas telapak tangan Cika, membuatku semakin gemas melihat kedua payudara tersebut, aku segera mengangkat tubuhku, dan mulutku segera menyerbu salah satu dari payudara, kuhisap-hisap putingnya dan kujilati putingnya itu, Cika melepaskan tangannya di payudara yang sedang kuhisap itu, kuemut dengan kuat payudara tersebut seolah aku ingin memasukkan seluruh payudaranya kedalam mulutku, putingnya yang sedang berada dalam rongga mulutkupun kujilati, aksiku ini semakin membuat Winda merintih, sementara itu Cika beralih ke depan tubuh cicinya dan mulai menyerbu payudara yang satunya lagi, diapun mulai menghisap-hisap tetek tersebut, Winda semakin merintih-rintih kenikmatan.

Ooouughhhh..aaahhh.ssshhhh..oooohhh..terus enak ena aakkk teruuusss ooohhh..hisappp kenyot teruusss te tekkkuuu..oooohhh sshhhh aaahhh ssshhh aaahhhh..nikmmaaaaatt..aaaahhhh. Winda merintih-rintih

Mataku berpandangan dengan mata Cika, sementara Winda memejamkan matanya menikmati serangan-serangan kami di kedua payudaranya, dan menikmati penisku yang semakin lancar keluar-masuk di vaginanya, karena cairan pre-cumnya yang semakin banyak keluar dan karena semakin cepat Winda menggerakkan pantatnya maju-mundur, aku dan Cika melepaskan kuluman kami di payudara Winda, dan mulut kami berpagutan, sementara tangan kananku meremas-remas tetek yang baru saja kuemut-emut, tangan kiriku beraksi di tetek Cika kuremas-remas teteknya yang mungil itu dan kupilin-pilin putingnya serta kutarik-tarik, Cika yang sedang membalas pagutankupun melenguh, tangan kirinya sibuk dengan meremas-remas tetek cicinya yang tadi dia emut, sementara tangan kanannya merabai dadaku dan memainkan putingnya.

Hhhhmmm ssssllrrrpp hhhmm ssslllrpppp oooohhh..hh hmmm aaahhh ssshhh hhhhmmmm ssshhh aaaachhh. Cika melenguh

hhhhmmmm…hhhhmmmmm…hhhmmmm..sssslllrpppp..hhhmm..hhhmmm. akupun mendengus sambil mulutku sibuk menciumi mulut Cika

Aaahhhh ssshh aahhh ssshhh ooohh ssshhh..aaahhh..ssshhh..oooohhh. Winda merintih-rintih keenakan.

Tiba-tiba Winda memelukku dengan erat sehingga ciumanku dengan Cika terlepas, dan kurasakan mekinya Winda berdenyut dengan kuat, dan aku merasakan batang kemaluanku menjadi hangat,

Ooooooooohhhhhhh..Henndraaaaa..akuuuu tidakk..tahan lagi akuu keluaaar ooooohhhhh .ssshhhh aaahhh h.Hennddraaaa enaaaakkknyaaa dientot..penismu yang besaaar ooohhh .ssshhhhh aaahhhhh.. Winda melenguh panjang menyambut puncak kenikmatan yang berhasil ia rengkuh.

Sssrrrrrr…ssrrrrr..sssrrrrr..ssrrrrrrrr..sssrrrrrrrrr…mekinya menyemburkan lahar kenikmatannya, membasahi batang kemaluanku yang sedang berada di dalam lubang senggamanya, dan kurasakan saat dia melepaskan lahar kenikmatannya itu Winda mendorong ke belakang pantatnya kuat-kuat lalu mendiamkannya.

Tubuh Winda bergetar dengan hebatnya, kedua kakinya mengejang saat dia mencapai puncak orgasmenya itu, pelukannya sangat kuat memeluk tubuhku, mekinya berdenyut dengan sangat kuatnya seolah-olah sedang memijat-mijat batang kemaluanku, perlahan-lahan kedutan dinding vaginanya melemah, pelukannya menjadi longgar, tubuh dan kakinya sudah tidak mengejang lagi, tetes terakhir cairan kenikmatannya sudah menyembur keluar dari lubang mekinya, nafasnya sudah tidak terlalu memburu seperti tadi.

Aku segera mengangkat tubuhnya sehingga penisku terlepas dari jepitan lubang mekinya, Cika yang melihat cicinya sudah mencapai orgasme dan dia melihat bahwa aku belum juga mencapai puncak kenikmatanku, segera menyongsongku dengan tersenyum, aku segera menerkam tubuhnya dan memposisikan tubuhnya menungging, dengan kepala yang menempel diatas karpet dan pantat yang menghadap keatas, kubuka lebar kedua kakinya sehingga lubang mekinya menganga, lalu kuarahkan penisku ke lubang senggamanya, untuk kedua kalinya penisku terjepit oleh vaginanya Cika yang sempit ini, ssllleeepppppp..kepala penisku kembali terjepit oleh vaginanya.

oooouuuuggghhhhhh..pppeelllaaaaannn kaaaak Hendraaaa ingaaaatt penismu itu besar sekali..oooooggghhhhh. Cika mengerang saat kepala penisku menyelinap di vaginanya.

Tanpa memperdulikan erangan Cika, aku menekan penisku masuk kedalam lubang senggamanya, bbbbllllleeeeeeessssssss..dengan sekali hentakan seluruh penisku terbenam di dalam lubang senggamanya Cika untuk kedua kalinya.

aaaaiiiiieeeeeee..kaaaakkk..Heenndrraaaaa..aaaa aaaarrrgghhhhh kaaakk pelaaaaannn..aaaarggghhhhh.. robeeeeeeekk mekikkuuu..aaaaaaaaaaaahhhhhh, Cika mengerang kembali.

Aku mulai menggenjot meki Cika ini dengan posisi setengah berdiri, kulihat penisku begitu perkasanya sedang mengobrak-abrik meki Cika yang kecil dan sempit ini, mekinya yang sudah banjir memudahkan penisku keluar-masuk, kutarik penisku sampai sebatas lehernya dan kuhujamkan sekaligus dalam-dalam di vaginanya, dengan berpegangan pada pinggangnya akupun memompa mekinya dengan cepat, Cikapun merintih-rintih antara sakit dan enak merasakan hujaman-hujaman penisku yang sedang bergerak dengan cepat, dan dia juga merasakan betapa dinding rahimnya tersundul-sundul oleh penisku dengan kuatnya, Cika merasakan sakit dan enak berbarengan.

oooouuugghhhhh kaakkk Hendrraaa..pellaannn sakiiitt kaakkk enaaakk kak ooohhhh. kak..hendraaa pelan-pelann..aaarrrhhhgggg..kak..Hendra.ooohhh..yang dalam tekan lagi yang dalam..aaarrrgggh..pelan kak..enaaakk saakkiitt. Cika mengerang antara sakit dan enak.

Aku tidak memperdulikan karena aku ingin secepatnya menuntaskan nafsu birahiku ini, bukannya memperlambat gerakanku, tapi aku malah menambah kecepatan keluar masuk penisku di mekinya, dengan menambahi hujaman-hujaman yang dalam di relung kenikmatan Cika, saat menghujamkan penisku itu aku menekannya kuat-kuat dan dalam di vagina Cika sehingga tubuh Cika selalu terdorong oleh hujaman-hujaman penisku itu, dinding rahimnya setiap saat selalu tersundul-sundul oleh penisku.

Lama-lama Cika mulai menikmati permainan cepatku ini, diapun mulai merintih-rintih keenakan, mulutnya mengeluarkan suara desahan-desahan nikmat, aku merasakan mekinya semakin banjir saja oleh cairan precumnya yang semakin sering keluar, walaupun dalam keadaan cepat ini aku tetap saja merasakan bahwa dinding vaginanya Cika juga berdenyut-denyut dengan kuatnya, karena dinding vagina Cika menempel ketat di batang kemaluanku, akupun semakin terpacu untuk segera menuntaskan permainan ini, aku ingin segera mencapai puncak orgasmeku, penisku ingin segera menuntaskan dengan menyemprotkan air maninya kedalam rahimnya Cika ini.

Ooouugghhh..kak..Hendraa ooouugghhhh kak percepat penismu kaaakk..aku ingin keluar lagi nich.oooouugghhh semakin cepat kakak ngentot aku semakin cepat aku ingin keluar oooooohhh .ssshhh aaahhh kak aaayooo kak..c epatt kak, Cika mengerang.

aaagghhh mekimu rapet sekali..Ciii..aku juga pengen keluar ooooohhh aku juga sudah gak tahaan..lagi aku mau ngecret .jugaaaa .aaahhhh, erang aku

kaaakkk..Hennnndraaaaa akuu sudaaaahhh gakk kuaaatt lagiii ooohhh cepat kkaaaakkkkk..ceppaaatt oo ohhh aakuuu..mau keluaaaarrr.. Cika mengerang

tahan Ci tahaanan aku juga mau keluaaar sebentaarrr..lagiii aaaahhhh. kataku sambil mempercepat penisku keluar-masuk di dalam lubang senggamanya.

Ooooooooohhhhhh.Cikkkaaaaaa…sssseeekkaaaarraaaangggg…aaakuuu keluaaarr..aaaaacchhhh..Cikaaaaa i enaaaaakk sekaliiiii mekikkmuuu oooohhh..aaakuu ngecretttt oooohhh Cikaaaaaaaa terimaaaa pejuhku uuuuuu aaaaaarggghhhhhhhh, aku mengerang panjang menyambut orgasmeku ini.

iiyyaaaaccchhhh kakkk Hennddrraaaa..akuuu jugaaaa kkeluaaaarr oooohhh..kaaaakkk..Henddraaaa…aaaaa ahhhh nikmatnya dientot oleh penismu ooohhh kak Hendraaaa.. Cika mengerang menyambut puncak kenikmatannya yang berhasil ia rengkuh berbarengan dengan orgasmeku.

Crrreeeetttttt..ssssrrrrr..ccrreeeeetttt..ssssrr rrrrr..cccrreeeettttt….ssssrrrrrr..creeetttttt.. sssssrrrrrr..kemaluan kami saling menembakkan cairan lahar kenikmatan kami, aku merasakan hangatnya lahar kenikmatan Cika membasahi batang kemaluanku sementara Cika merasakan dinding rahimnya menjadi hangat terkena tembakan spermaku, aku merasakan dinding vagina Cika berdenyut sangat kuat saat menembakkan lahar kenikmatannya, sementara Cika sendiri merasakan batang kemaluanku berdenyut kuat dan semakin membesar saja saat menyemburkan spermaku itu.

Setelah kami tuntas melepaskan tetes terakhir lahar kenikmatan kami, akupun ambruk keatas karpet sambil menarik tubuh Cika, sementara penisku yang masih membengkak masih terjepit di vagina Cika, aku memejamkan mataku menikmati sisa-sisa pergumulan kami ini, aku tersenyum karena malam ini kembali aku berhasil menyetubuhi tetanggaku, malam ini giliran kakak beradik Winda dan Cika yang berhasil kunikmati tubuhnya, Winda dan Cikapun tersenyum puas karena mereka dapat menikmati kemaluan lelaki yang besar dan panjang yang dapat memberikan kepuasan kepada mereka, kepuasan yang hampir jarang mereka dari pasangan-pasangan mereka, apalagi Cika dia berhasil dua kali puas mencapai puncaknya, biasanya satu kali saja susah dia raih.

Aku membayangkan selama liburan ini pasti aku akan puas menikmati tubuh kakak beradik chinese ini, dan penisku akan puas terjepit oleh meki mereka yang sempit-sempit ini.

Incoming Search Terms


Simak PSK Lainnya :
Memek Bugil Telanjang